Who's Online

Kami memiliki 48 tamu dan tidak ada anggota online

Yayasan Gibbon Indonesia

Jl. T. Wiradireja No.216
Cimahpar - Bogor 16155
Jawa Barat - Indonesia
T: +62-251-8657220
F: +62-251-8650132
E: info[at}gibbon-indonesia.org

Inilah yang dinamakan Nyali atau Gall di Nusa Kambangan

Nah, inilah yang dinamakan Nyali atau Gall dalam bahasa Inggrisnya.Menurut KBBI (2001) dan Kamus istilah Biologi (1997), yang dimaksud dengan Nyali adalah proliferasi lokal jaringan

tumbuhan yang menghasilkan pembengkakan dengan bentuk khas dan amat berbeda dengan organ normal lain, biasa terbentuk sebagai respon dari serangan pathogen. Proses pembentukannya secara patologis didefinisikan sebagai infeksi suatu organisme ke dalam jaringan meristem, sehingga timbul reaksi dari tumbuhan inang dengan membentuk bangunan khusus berupa Nyali. Menurut teorinya, Nyali ini merupakan bentuk pertahanan tumbuhan untuk mengisolasi serangan infeksi organisme asing dalam bentuk sangat khusus. Atau upaya tumbuhan untuk menetralisir racun yang dikeluarkan organisme (serangga) penyebab nyali. Organisme pembentuk Nyali, adalah berbagai jenis serangga dan cacing seperti Nematoda, Acarina, Psyllidae, Aphididae, Tenthredinidae, Cynipidae, Coleopterae, Lepidopterae, Cecydomidae dan Trypetidae.

Bentuk Nyali yang terbangun sangat khas tergantung jenis organisme pembentuk dan tumbuhannya (inangnya) sehingga mudah untuk mengidentifikasi, karena jarang sekali satu jenis organisme menginfeksi berbagai jenis tumbuhan. Walaupun ada, biasanya hal itu merupakan “kecelakaan” karena bentuk tumbuhannya yang mirip.

Pada Nyali yang berbentuk seperti durian, pada setiap “chamber” durinya terdapat satu individu serangga.

Dalam kasus Nyali, serangga berinteraksi untuk kebutuhan tempat mereka berbiak atau meletakkan telurnya. Sedangkan pada tumbuhan ini membantu penyerbukan. Seperti yang terjadi pada tumbuhan Ficus sp. Penyerbukan/pembuahan Ficus tidak bisa terjadi tanpa bantuan serangga, karena bunga jantan dan bunga betinanya terdapat di dalam “buah”, dan mereka tidak matang dalam waktu yang sama. Sedangkan pada serangga yang menaruh telurnya di “buah” Ficus ini, individu jantan akan menetas lebih dahulu, dan begitu individu betina menetas maka akan langsung dikawin oleh individu jantan, dan si jantan langsung mati. Individu jantan ini tidak memiliki sayap, sehingga tidak bisa keluar dari “buah” dan akan tetap tinggal di dalam “buah”.

Di Nusa Kambangan sendiri, sedikitnya terdapat 118 jenis Nyali yang telah terekam (dari 2 periode pengamatan) dari total 1516 Nyali di Indonesia yang telah teridentifikasi. Walaupun Nyali ini bisa ditemukan di berbagai bagian tumbuhan, namun sebagian besar nyali terdapat di daun, selain karena jumlah daun lebih banyak, pada daun juga terdapat jaringan meristem. Nyali juga banyak ditemukan di pohon-pohon jenis dikotil yang ada di daratan. Tercatat ada 90 spesies tumbuhan yang terinfeksi nyali, tergolong dalam 78 marga dan 43 suku. Dan kelompok tumbuhan yang umum diinfeksi serangga penghasil nyali adalah Asteraceae, Euphorbiaceae, Papilionaceae, Moraceae, Myrtaceae dan Rubiaceae.

Sejauh ini Indonesia memiliki jumlah Nyali tertinggi di Asia, tapi belum ada ahli Entomologi yang mempelajarinya, karena meneliti Nyali ini sungguh memerlukan kerja sama antara para entomologis dan botanis. [Jeni Shannaz]

Obrolan Kamis Sore, 26 Maret 2015
Narasumber: Tukirin Partomiharjo (LIPI)
e-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.